08122539596 | BBM : D6D6228E
paket wisata karimunjawa

Tradisi Barikan Karimunjawa

Tradisi Barikan Karimunjawa

Tradisi Barikan Karimunjawa

Karimunjawa – Waktu sudah menunjukkan 15:05 dan adzan ashar sudah usai di kumandangkan, ribuan warga karimunjawa pun bergegas menuju perempatan desa setelah menunaikan ibadah shalat ashar. Perempatan desa karimunjawa tepatnya berada di puskesmas karimunjawa. Mereka membawa tumpeng kecil dan nasi kuning. Lho ada apa kok bisa begitu? usut punya usut ternyata mereka (warga karimunjawa) akan memulai acara pelaksanaan barikan. Sejumlah warga karimunjawa yang di dominasi oleh ibu-ibu karimunjawa ini nampak senang sekali dengan acara tahunan ini. Bahkan tokoh masyarakat karimunjawa yaitu bapak Kundhori juga ikut berkumpul menghadiri acara ini, bersama sama mereka menggelar doa bersama di perempatan. Diacara ini di buat tumpeng-tumpeng yang jumlahnya ada sembilan tumpeng, dari ke sembilan tumpeng tersebut ada satu tumpeng yang kalau saya menyebutnya adalah tumpeng istimewa karena tumpeng ini beda dengan sekawanan tumpeng lainnya. lalu apa bedanya heheh, nggak beda sih tumpengnya pun dari bahan yang sama yaitu beras cuman beda di ukuran tumpengnya saja. Satu tumpeng istimewa ini ukurannya lebih daripada tumpeng-tumpeng lainnya, tumpeng besar ini diarak diiringi ribuan warga karimunjawa dibawa menuju pelabuhan ikan Karimunjawa. Dan untuk tumpeng-tumpeng lainnya yang jumlahnya sisa delapan tumpeng di arak ke tengah alun-alun Karimunjawa.

Tradisi Barikan karimunjawa

Karimunjawa – Tradisi Barikan di karimunjawa memiliki arti tersendiri bagi warga kepulauan karimunjawa khususnya, menurut mereka tradisi barikan karimunjawa adalah sebagai bentuk wujud syukur dan berbagi kepada sesama makluk ciptaan Tuhan yang ada di laut karimunjawa. Untuk itu, tumpengnya tidak hanya hasil bumi, nah beda kan dengan tradisi barikan di tempat-tempat lainnya, “warga Karimunjawa tidak hanya menggantungkan hidupnya dari hasil bumi, tapi juga dari laut” begitulah yang disampaikan oleh sesepuh karimunjawa yaitu bapak Kundhori. Warga di kepulauan karimunjawa meyakini, makanan yang berada di tumpeng yang mereka arak, seperti hasil bumi dan laut, bisa membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya. Namun, yang paling jadi rebutan warga adalah kacang hijau dan garam yang ada di puncak tumpeng. “Garam dan kacang hijaunya nanti disebar keliling rumah untuk tolak balak,” kata seorang warga peserta Barikan, Navi. Sementara itu, Kundhori kembali menandaskan, selain wujud syukur, Barikan kali ini dimaksudkan untuk menyambut datangnya musim baratan. Dengan harapan, selama musim baratan berlangsung, warga Karimunjawa tetap diberi keselamatan dan limpahan rejeki. Amien ya pak. “Kalau musim baratan ombak besar dan angin kencang. Lewat barikan ini diharapkan warga Karimunjawa selalu diberi keselamatan dan limpahan rezeki,” kata Kundhori. Sekali lagi Amin pak Kundhori.

 

PAKET WISATA KARIMUNJAWA

Homepage Backpacker Homestay Hotel Resort Honeymoon

About the Author

Agen wisata karimunjawa | [Sosmed] BBM : karjaw | Call/Sms/WhatsApp : 08122539596 | Skype : agenwisatakarimunjawa admin@agenwisatakarimunjawa.com [email]